Di Bawah Langit Malang

Malam yang sunyi dengan hati yang mulai mati

Redup hampir menuju padam

Bahkan suara bising manusia tak mampu memekakkan telinga

Gumpalan daging itu siap untuk menuju pemakaman


Oh, langit malang

Mengapa kau biarkan anak manusia hampir tenggelam

Tenggelam dalam malam yang menyeramkan

Ia sekarat dalam dekap penderiataan tanpa sekat


Oh, manusia malang

Siapa gerangan yang sudah membuatmu tak mampu bangun

Tangismu yang pilu membuat malam semakin kelam

Suara ringkihan penderitaanmu membuat langit semakin segan

Tak tega menampakkan ribuan bintang disaat engkau tengah tersedu-sedu kesakitan


Di bawah langit Malang, 17 Oktober 2024




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Pertama Saya Adalah Nyawa Yang Akan Hidup Abadi